Yousuf Raza Gilani Dicalonkan sebagai PM Pakistan

23 March, 2008 - 11:58 WIB

Partai yang pernah dipimpin Benazir Bhutto, Pakistan People’s Party, (PPP) mencalonkan mantan ketua parlemen, Yousuf Raza Gilani, sebagai perdana menteri Pakistan.

Gilani, seorang pendukung setia mendiang Benazir, dicalonkan PPP yang lebih dari sebulan lalu memenangi Pemilu parlementer dan sepakat membentuk pemerintahan koalisi dengan mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif.

Gilani (58), kini berpeluang besar untuk terpilih sebagai perdana menteri seiring parlemen baru Pakistan akan bersidang pada Senin (24/3).

“Saya sangat senang menyerukan agar Yousuf Raza Gilani, atas nama Syahid Benazir Bhutto, menerima tanggung jawab yang berat untuk memimpin pemerintah koalisi dan bangsa ini,” ungkap pernyataan duda Bhutto, Asif Ali Zardari, yang dibacakan oleh juru bicara PPP kepada wartawan.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa Gilani adalah calon hasil mufakat dari koalisi.

Presiden Pervez Musharraf dijadwalkan akan mengambil sumpah perdana menteri baru Pakistan pada hari Selasa (25/3).

Kekuatan politik yang mendukung Musharraf, kalah telak dalam Pemilu parlementer setelah mereka berkuasa selama lima tahun.

Gilani adalah sosok setia dan terpercaya di PPP serta merupakan teman dari Zardari. Duda Bhutto itu lima tahun dipenjara oleh pemerintah Musharraf atas tuduhan korupsi, namun tuduhan itu kemudian dibatalkan.

Gilani menjabat ketua parlemen selama masa jabatan kedua Benazir dari tahun 1993 sampai 1996, sebelumnya dia menjabat menteri pada masa pemerintahan pertama Benazir yaitu dari tahun 1988 sampai 1990.

Juru bicara PPP, Farhatullah Babar, tidak mau berkomentar atas laporan laporan yang menyebut bahwa Gilani adalah perdana menteri sementara, sebelum Zardari, yang bukan anggota parlemen, memenuhi syarat untuk memperebutkan jabatan tersebut lewat pemilihan antar-waktu pada bulan Mei.

PPP selama ini berjuang untuk menetapkan seorang calon di tengah kekosongan kekuasaan menyusul pembunuhan Benazir pada bulan Desember. Nama Gilani baru muncul pada pekan lalu.

Calon lainnya adalah mantan Menteri Perdagangan, Ahmed Mukhtar, Presiden PPP, Makhdoom Amin Fahim, dan Ketua PPP provinsi Punjab, Shah Mahmood Qureshi.

Sharif, di Lahore, mengatakan bahwa partainya, Pakistan Muslim League-N tidak akan berkeberatan atas calon PPP, dan menambahkan: “Musharraf sebaiknya tahu bahwa kediktatorannya tinggal menghitung hari.”

Seorang sekutu Musharraf telah mengundurkan diri dari pencalonan perdana menteri, namun partai pendukung presiden tersebut menyatakan akan mengajukan calon lain sehingga calon dari PPP tidak menjadi calon tunggal.

Sekutu politik presiden, Muttahida Qaumi Movement (MQM), mengemukakan bahwa mereka telah memutuskan untuk menarik calonnya sebagai isyarat niat baik.

“Kami sudah menetapkan akan memperpanjang dukungan tanpa syarat kepada calon dari PPP,” kata Farooq Sattar, calon dari MQM, kepada AFP lewat telepon.

Sattar mengatakan keputusan untuk membatalkan pencalonan itu dilakukan setelah Zardari bertemu dengan pemimpin MQM, Altaf Hussain, yang mengasingkan diri di London.

Sattar, setelah menemui pemimpin partai pendukung Musharraf, Pakistan Muslim League-Q (PML-Q), dalam konferensi pers menegaskan bahwa dirinya keluar dari pencalonan perdana menteri.

Jurubicara PPP, Babar, mengatakan dukungan MQM sebagai perkembangan yang positif.

Tetapi, Pemimpin PML-Q, Chaudhry Shujaat Hussain, mengatakan partainya akan mengumumkan pengganti Sattar pada hari Minggu.

“Kami sudah memutuskan untuk bersaing dalam pemilihan perdana menteri dan tidak akan menarik diri dari proses politik,” kata Hussain kepada wartawan di Islamabad.

Pemerintahan gabungan tersebut kelihatannya telah siap untuk berkonfrontasi dengan Musharraf — yang meraih kekuasaan lewat kudeta militer pada tahun 1999.

Peremrintah gabungan tersebut telah berikrar akan mengembalikan jabatan hakim-hakim yang dipecat oleh presiden saat berlangsung keadaan darurat pada bulan November.

Jika hakim-hakim itu kembali ke jabatannya, mereka bisa membatalkan pemilihan kembali Musharraf sebagai presiden dalam pemilihan parlemen bulan Oktober 2007 dan secara efektif menetapkan bahwa kekuasaan Musharraf adalah ilegal.



Baca Juga :
Pengusaha Intako Diajak Berinvestasi di Timor Leste
Demam Obama Juga Melanda Singapura

Satu Komentar untuk “Yousuf Raza Gilani Dicalonkan sebagai PM Pakistan”

  1. Kancit nyake 2 November, 2008 11:06 am

    Perdana menteri yg goblok,bgs nyake!!!







eXTReMe Tracker
Copyright © 2007 www.modelayu.com