Soal Penjualan Volvo, Ford Lirik Renault
3 July, 2008 - 1:39 WIB | Oleh : MA
Selain dengan produsen mobil China, Dongfeng, Ford dikabarkan juga mengadakan pembicaraan dengan produsen mobil Perancis, Renault mengenai penjualan brand Volvo.
Namun seorang sumber dalam yang tak bersedia disebut namanya mengatakan, pembicaraan tersebut telah berakhir tanpa hasil, lantaran kedua pihak tidak menemui kesepakatan mengenai harga.
Saat dikonfirmasi Reuters, juru bicara Ford, Mark Truby enggan berkomentar soal pembicaraan tersebut. Ia hanya mengatakan, awal tahun ini pihak Ford sudah menegaskan belum akan menjual brand Volvo. “Kami justru akan mengembangkan bisnis Volvo,” katanya.
Meski Ford berkomitmen tak akan menjual Volvo dalam waktu dekat ini, namun Ford dikabarkan sudah mengadakan pembicaraan informal kepada beberapa pabrikan mobil global.
Sampai saat ini, Ford belum mengeluarkan laporan keuangan tahunan Volvo. Wajar saja, selama ini Volvo memang belum mendatangkan keuntungan bagi Ford. Para analis mengatakan, butuh waktu yang panjang dan investasi yang besar untuk memulihkan Volvo. Ini tentu menjadi beban bagi Ford. Selama dua tahun belakangan ini, produsen mobil terbesar kedua di AS itu menderita kerugian sebesar USD15 miliar.
Sebelumnya Ford sudah melepas brand Aston Martin, Jaguar, dan Land Rover. Kini satu-satunya brand yang dimiliki hanya Volvo. Ford sendiri membeli Volvo senilai USD6,45 miliar pada 1999.
Saat ini, produsen mobil terbesar ketiga di China Dongfeng, memilik kerjasama produksi dengan Nissan Motor. Sementara 44 persen saham Nissan dimiliki Renault. Sebenarnya Dongfeng juga memiliki kesepakatan kerjasama dengan divisi truk Volvo AB. Namun divisi ini tak termasuk bagian yang diakuisisi Ford pada 1999. Ford hanya menguasai Volvo untuk produksi mobil penumpang, bukan komersial.

