Empat Siswa SD Tri Tunggal Juarai Olimpiade Aritmatika
5 July, 2008 - 4:11 WIB
Empat orang siswa SD Kristen Tri Tunggal, menjadi juara dalam Olimpiade Aritmatika Indonesia Terbuka ke-9 di Palembang, 29 Juni lalu. Mereka adalah Yovan Estefen, Michael Ardian Setiawan, Christian, dan Christiana.
Selain mereka, tiga orang lainnya yang juga menyabet gelar juara dan mewakili Semarang adalah Steven Christopher dan Richardo Geovanno dari TK Kristen Tri Tunggal, serta Espanola Marshanda Permata Sari Prabowo dari SD Karangturi.
Menurut Lina, guru klub mental aritmatika SD Kristen Tri Tunggal, Michael yang menggondol juara satu untuk kategori higher I dan terampil, juara tiga untuk matematika, serta Christian yang mennyabet gelar juara satu untuk kategori terampil dan reguler advance III, dan juara dua untuk matematika, mendapat kesempatan untuk mengikuti lomba aritmatika internasional di Malaysia November mendatang.
“Lomba ini akan diikuti oleh kurang lebih 30 negara. Dimana kecepatan, ketepatan dalam berhitung benar-benar diuji,” katanya.
Oleh karena itu, Lina benar-benar akan mempersiapkan kedua muridnya tersebut agar target menjadi juara satu lomba aritmatika tingkat internasional bisa tercapai. Selain memberi jam tambahan untuk belajar aritmatika, ia juga akan meningkatkan keakuratan dan kecepatan berhitung. Bahkan waktu liburan pun digunakan para siswa untuk berlatih.
“Semakin banyak berlatih, hasilnya akan lebih baik pula. Karena menghitung dengan mental aritmatika harus cepat dan tepat. Soal harus dijawab dalam hitungan detik,” jelasnya.
Ditambahkannya, dukungan orang tua juga menjadi kunci keberhasilan anak. Pasalnya anak tidak hanya belajar di sekolah, tapi juga di rumah. “Bagi beberapa anak, sempoa bisa jadi membosankan karena tiap hari selalu berkutat dengan angka-angka yang njlimet. Tapi bagi anak-anak yang suka, diberi pekerjaan rumah sampai 400 soal pun masih kurang lo,” ujarnya.
Bambang Suhono, ayah Christian mengatakan, putranya sudah sejak TK A belajar aritmatika di klub mental aritmatika. Hingga duduk di kelas 4 pun, ia selalu mendorong bakat Christian di bidang aritmatika dan memberi kesempatan seluas
mungkin.
“Prestasi anak saya sudah tidak diragukan lagi. Dalam hitungan detik saja ia bisa menyelesaikan perkalian tiga digit dengan satu digit,” ujarnya tersenyum bangga.
Senada dengan Bambang, Triana, ibu Michael ini juga selalu mendukung bakat putranya yang baru berumur 7 tahun. Setiap hari, sekitar 30 hingga 60 menit ia selalu menemani Michael belajar. “Yang penting jangan sampai ia belajar dengan terpaksa. Moodnya harus benar-benar diperhatikan. Sehingga belajar akan terasa menyenangkan,” kata dia.
Baca Juga :
Venus Pertahankan Gelar Wimbledon
Soal Penjualan Volvo, Ford Lirik Renault

