Dolar AS Menguat Terhadap Euro
28 March, 2008 - 7:29 WIB
Dolar AS kembali menguat terhadap euro dan yen, Kamis (Jumat pagi WIB), karena pasar mempertimbangkan apakah skenario terburuk untuk greenback sudah dihargakan, kata para dealer.
Dolar memperoleh keuntungan dari data akhir pertumbuhan kuartal keempat AS yang meski melemah, tidak direvisi turun, kata para analis. Pada 2100 GMT, euro dikutip pada 1,5778 dolar dari 1,5845 dolar di New York akhir Rabu. Beberap analis kaget melihat mata uang tunggal Eropa pekan ini mendekati rekor tertinggi 1,5905 dolar yang terjadi pada 17 Maret.
Terhadap mata uang Jepang, dolar naik menjadi 99,59 yen dari 99,11 yen pada Rabu.
“Euro menjadi di bawah tekanan jual terhadap dolar, namun kepercayaan dalam dolar masih lemah dan karenanya kami tidak mengesampingkan kenaikan jangka pendek selanjutnya,” kata Hans Redeker, kepala analis valas BNP Paribas.
Ekonomi AS tumbuh 0,6 persen (tahun-ke-tahun) pada kuartal keempat tahun lalu, kata pemerintah Kamis dalam data terakhirnya yang tidak direvisi.
Estimasi akhir pada kuartal keempat menunjukkan ekonomi terbesar dunia itu melambat selama tiga bulan terakhir 2007 dibandingkan dengan 4,9 persen dalam kuartal ketiga.
Sebagian besar ekonomi telah memperkirakan departemen perdagangan mempertahankan angka produk domestik bruto (PDB)-nya tak berubah pada 0,6 persen.
Neil Mellor dari Bank of New York Mellon mengatakan kemampuan dolar dipertahankan di atas level kunci memberikan kesan bahwa angin topan paling buruk kemungkinan berakhir untuk greenback.
Dia mengatakan kenaikan dramatis euro dapat menarik reaksi tajam dari para pejabat Eropa di tengah kekhawatiran bahwa itu dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di zona euro.
Dalam perdagangan terakhir di New York, dolar berada pada 0,9940 franc Swiss naik dari 0,9891 franc pada Rabu. Pound pada 2,0071 dolar turun dari 2,0081 dolar, demikian AFP.
Baca Juga :
Dewan HAM PBB Kecam Penggambaran Media Atas Islam
KPPU Siap Ikut Awasi Iklan Tidak Sehat

