Corolla Retro Club, Nostalgia 80-an
20 May, 2008 - 21:14 WIB
MENGEMUDIKAN mobil bukan sekedar kebutuhan, tapi juga ada nilai nostalgia yang terbangun bersama brand mobil tersebut. Ini yang dirasakan penggila Toyota Corolla model 1980-an yang tergabung dalam Corolla Retro Club (CRC).
“Rata-rata orang yang bergabung di CRC ingin bernostalgia dengan masa sekolah atau kuliah di era 80-an,” tutur Benny Wicaksono, ketua harian CRC yang lebih dikenal dengan sapaan Dado.
Selain itu, tambah Dado, pada era tersebut, Corolla menjadi mobil yang menyita perhatian karena kerap menjadi juara ajang balap. Ajang balap sendiri merupakan jiwanya orang muda. Selain Corolla, juga ada brand Datsun yang juga dikenal jawara balap keetika itu. Sampai saat ini klubnya juga ada. “Mereka hanya ingin mengekspresikan masa-masa muda dengan simbol mobil. Seolah kembali ke masa lalu,” kata Dado.
Dulu mobil ini terbilang bandel dan hemat bahan bakar. Spare part-nya mudah didapat dan murah. Sehingga wajar apabila Corolla menjadi ikon mobil akan muda saat itu. Corolla sendiri merupakan mobil Toyota yang melegenda di dunia. Hingga sekarang, Toyota Motor sudah memasarkan generasi kesepuluh Corolla.
Di CRC sendiri terdapat beberapa varian Corolla, yaitu DX mulai model 1980 hingga 1984, tipe KE 70, Sprinter, TE, dan Levin 1986. Untuk mendapatkan mobil-mobil ini, kocek belasan hingga ratusan juta harus disiapkan. “Apalagi saat ini sedang marak zona 80-an. Ini bisa meningkatkan harga jualnya, termasuk komponennya,” kata Dado.
Dado menuturkan, apabila mobil dalam kondisi kurang terawat, mungkin harganya bisa belasan juta. Namun apabila kondisinya bagus, banderolnya bisa mencapai Rp20-an juta. Yang paling mahal, apabila mobil masih bagus dan orisinil atau belum tersentuh modifikasi yang merubah tampilannya. Harganya bisa mencapai ratusan juta. “Di klub ada yang menjual tipe TE orisinal yang mencapai Rp130 juta,” papar Dado.
Belum lagi lampu, spion yang harus didatangkan dari Malaysia, Selandia Baru, bahkan Amerika. Harga per unitnya bisa mencapai Rp2 juta untuk model yang paling murah. Namun harga tersebut tidak menjadi soal bagi yang ingin bernostalgia dengan era 80-an. “Rata-rata anggota klub hanya menggunakan mobil ini apabila ada event-event klub. Kalo urusan sehari-hari, mereka gunakan mobil pribadi yang lain,” ujar dado.
CRC sendiri berdiri pada Maret 2003. Bermula dari tongkrongan sekelompok pemilik model dan tahun yang sama Corolla di bilangan Senayan. Kemudian berkembang menjadi klub. Saat ini, CRC beranggotakan 42 mobil dari berbagai tipe di Jakarta dan Bandung.
Meski mobil terbilang tua, Corolla tetap tangguh di arena balap. Di jajaran mobil Retro, Corolla tidak pernah absen mengikuti balap Retro Touring Championship yang digelar selama 6 seri di sirkuit Sentul. Sejak dimulai tahun lalu, mobil ini ikut bersaing dengan brand lain seperti Datsun dan Lancer.
Selain mengikuti balap, CRC juga menyiapkan kegiatan lain selama tahun ini. Di antaranya touring, temu kangen, dan yang rutin sebulan sekali kopi darat yang diadakan di tempat berbeda. Namun mereka lebih sering mengadakan kopi darat di kawasan lapangan Tennis Indoor Senayan.
Baca Juga :
McLaren Siapkan P11 Saingi Ferrari F430
Ali Sadikin Wafat

