Variasi Bercinta saat Dilanda Kebosanan
Bercinta bisa menjadi ajang menyenangkan, tapi dapat pula kebalikannya. Apalagi, jika gaya yang dilancarkan itu-itu saja, aksi persetubuhan pasti terasa membosankan. Lalu, bagaimana cara menjadikan percintaan kegiatan terfavorit? Jika selama ini pasangan pura-pura menikmati aksi ranjang karena tak ingin menyakiti Anda, maka tiba waktunya Anda mengubah gaya bercinta. Banyak kaum hawa menggemari posisi missionary karena membuat mereka mudah meraih puncak kenikmatan. Namun, tak disangkal bahwa pria pun sangat menikmatinya. Nah, jika bosan menikmati posisi missionary di ranjang, Anda bisa melakukannya di tempat lain, seperti tangga rumah, dapur, ruang keluarga, atau jika Anda berdua cukup berani, bisa di tempat publik. Berikut ini langkah-langkah...
Cathy Sharon Usul Agar Ada Peraturan Untuk Film Esek-Esek
Bioskop Indonesia seperti kembali ke era 80-an di mana film esek-esek menjamur. Cathy Sharon miris melihatnya. Dia mengusulkan dibuat peraturan hukum yang mengatur soal film-film pembangkit syahwat itu.
Seperti diketahui, kebanyakan film esek-esek tersebut dibungkus genre horor atau komedi. Sebut saja, Mau Lagi, Anda Puas Saya Loyo, Antara Aku, Kau, dan Mak Erot, Kawin Kontrak, Basahhh, dan yang terbaru Air Terjun Pengantin serta Suster Keramas.
“Mungkin karena film horor laku. Ujung-ujungnya jadi film berbau porno menjamur lagi. Seharusnya film-film seperti itu diberi batas usia. Kasihan kalau ada anak kecil nonton,” papar Cathy.
Kekhawatiran presenter cantik ini akan dampak buruk dari tayangan berbau porno bagi anak-anak membuatnya lantang menyerukan agar pemerintah membuat peraturan tersendiri.
“Menurut aku, kurang wajar kalau film seperti itu ditonton anak kecil yang masih polos. Harusnya ada hukuman dari pemerintah atau dari yang berwajib kalau menemukan anak di bawah umur menonton film itu,” jelas kakak Julie Estelle ini.
Cathy juga menyayangkan keterlibatan bintang porno Jepang Rin Sakuragi di film Suster Keramas. Apalagi, ada adegan Rin membuka baju.
“Mereka sih enggak bisa disalahkan karena di negara mereka ada film seperti itu (porno). Kita harus melihat masyarakat kita seperti apa. Harus ada aturannya,” urainya.
