19 May, 2008 - 6:30 WIB
Gedung Sate Bandung merupakan bangunan pertama yang menggunakan konstruksi beton bertulang , juga merupakan bangunan instansi pemerintahan Pusat Kolonial Belanda. Dinamakan Gedung Sate, karena ornamen atap berbentuk tusukan sate. Sekarang gedung ini dijadikan pusat pemerintahah Gubernur Jawa Barat. Dirancang dan dibangun pada tahun 1920, oleh arsitek J. Gerber.Di utara Gedung, terdapat lapangan Gasibu dan Monumen Perjuangan Rakyat. Area Gasibu dan Monumen Perjuangan Rakyat akan terlihat sangat ramai pada hari Minggu, karena di kedua lokasi yang berdekatan ini selalu dijadikan tempat berolahraga di pagi hari. Selain digunakan sebagai sarana olahraga, kedua lokasi tersebut juga sering digunakan sebagai tempat–tempat pertunjukan musik, seni budaya dan kegiatan lainnya.
18 May, 2008 - 6:32 WIB
Pasar Beringharjo menjadi sebuah bagian dari Malioboro yang sayang untuk dilewatkan. Bagaimana tidak, pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan keberadaannya mempunyai makna filosofis. Pasar yang telah berkali-kali dipugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya. Selain itu, Beringharjo juga merupakan salah satu pilar ‘Catur Tunggal’ (terdiri dari Kraton, Alun-Alun Utara, Kraton, dan Pasar Beringharjo) yang melambangkan fungsi ekonomi.
17 May, 2008 - 6:30 WIB
lokasi:Lembang, ± 30 km sebelah utara kota Bandung
Tangkuban Perahu, merupakan salah satu gunung berapi yang berada di Jawa Barat, tepatnya di Lembang, kurang lebih 30 km sebelah utara kota Bandung dengan ketinggian 2084 Meter dari atas permukaan laut. Untuk menuju kesana diperlukan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Nama Tangkuban Perahu sangat lekat dengan sebuah legenda tanah Sunda yang sangat terkenal, yaitu Sangkuriang. Gunung Tangkuban Perahu yang dari kejauhan tampak seperti perahu terbalik, konon diakibatkan oleh kesaktian Sangkuriang yang gagal meyelesaikan tugasnya dalam membuat perahu dalam waktu semalam untuk menikahi Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Karena begitu kesalnya tidak dapat menyelesaikan pembuatan perahu tersebut, akhirnya Sangkuriang menendang perahu yang belum jadi tersebut. Legenda diataslah yang menjadi kaitan erat dalam penamaan gunung Tangkuban Perahu.
Situ Lembang ~Bandung16 May, 2008 - 14:27 WIB
Situ Lembang, Danau Buatan yang Mengagumkan
Situ Lembang adalah sebuah situ (danau) buatan yang terletak di Kawasan Bandung Utara, tepatnya di lembah besar antara Gunung Burangrang dan Tangkubanparahu. Meskipun hanya berupa danau buatan, Situ Lembang dijamin mampu memberikan kesan dan sensasi tak terlupakan bagi para pengunjungnya. Airnya yang bersumber dari hulu sungai Ci Mahi dan beberapa mata air di sekitarnya, menciptakan genangan besar di tengah rangkaian puncak-puncak pegunungan yang masih merupakan hutan alami. Pada pagi dan sore hari, Situ Lembang biasanya diselimuti kabut yang membuat suasana terasa lebih dingin. Dalam suasana seperti itu, Anda mungkin akan memilih menggunakan jaket tebal, dan menghangatkan diri dengan secangkir teh atau kopi hangat yang Anda beli dari warung kecil di tepi danau. Bagi yang gemar memancing, jangan lupa membawa perlengkapan untuk mengadu peruntungan, karena Situ Lembang banyak ikannya.
Eksotika Lawang Sewu Berbalut Mistis9 May, 2008 - 21:11 WIB
LAWANG Sewu, sejak dulu terkenal dengan keangkeran, cerita horor, kemistisan, tempat seram, dan obyek wisata nyali lainnya. Namun, bila kita menilik lebih jauh lagi, Lawang Sewu bisa menjadi potensi wisata unggulan Semarang yang patut dilindungi.
27 April, 2008 - 21:06 WIB
BEBERAPA tempat di sekitar Darling Harbour, Sydney, menjadi tempat pertama yang kami kunjungi. Daerah tersebut tidak tampak seperti lazimnya pelabuhan, jauh dari kesan bongkar muat barang yang kotor dan bising.
Pelabuhan tersebut lebih tepat sebagai tempat untuk bersantai, rekreasi, bahkan beberapa pelajar SMA dan TK melakukan sesi pelajaran dengan gurunya di pinggir laut. Mereka antusias mendengarkan sang dosen/guru menjelaskan materi pelajaran yang diajarkan.
Lampu Minyak di Jalanan Dhaka21 April, 2008 - 5:11 WIB
Apa yang bisa dilihat di Bangladesh? Itu pertanyaan beberapa kolega ketika tahu saya hendak memaparkan kertas kerja dalam sebuah konferensi
mengenai pengaturan sumber daya perikanan yang berbasis pada masyarakat
(Community-based Fisheries Resource Management) di negara tersebut. Ya, setahu saya, negara itu miskin sumber daya alam, padat penduduk, dan ”akrab” dengan bencana, khususnya

