Tetaplah di dalam lingkaran

21 September, 2008 - 22:37 WIB

Sepasang pengantin baru yang masih lugu kebingungan untuk melakukan hubungan sex pada malam pertama mereka.
“Apakah kau tahu apa yang harus kita lakukan” tanya sang istri.
“Wah, aku pun tidak mengerti sayang” jawab sang suami. “Tapi aku ada ide, mari kita ke bar yang banyak pelautnya. Semua orang tahu bahwa pelaut ahli dalam hal sex. Mari kita minta salah satu pelaut mengajari kita”.
Singkat cerita mereka pergi ke bar dan menemukan seorang pelaut yang bersedia memberikan “pelajaran”.
“Baiklah, mari kita ke kamar di atas untuk mengajari kalian apa yang harus dilakukan” jawab sang pelaut dengan senang hati. Di dalam kamar, sang pelaut menggambar sebuah lingkaran dilantai dan berkata pada sang suami “Kamu harus berdiri dalam lingkaran dan tidak boleh keluar walau apapun yang terjadi”
Singkat cerita, sang pelaut melakukan kewajiban sang suami terhadap sang istri. Setelah selesai, dia mendapati sang suami sedang terkikik-kikik sendiri di dalam lingkaran.
“Hei bung, kenapa kau tertawa?” tanya sang pelaut.
“Aku sudah keluar lingkaran dua kali, tapi kau tidak memperhatikan…”

Salah sendiri

21 September, 2008 - 22:35 WIB

Sepasang suami istri dalam perjalanan keluar kota dan karena jaraknya lumayan jauh, mereka bermaksud menginap di sebuah hotel sebelum meneruskan perjalanan keesokan paginya.
Akhirnya mereka menemukan Hotel yang cukup bagus walaupun tidak berbintang dan bermalam. Keesokan paginya ketika akan keluar hotel, mereka harus membayar Rp 350.000,-
“Hah? Ini sih tarif hotel bintang 5. Nggak salah?” tanya si suami terkejut.
Ia minta dipanggilkan manajer hotel dan memprotes tarif yang terlalu tinggi. Setelah mendengarkan dengan penuh perhatian, si manajer berkata, “Hotel CJDW dilengkapi dengan kolam renang standar internasional, ruang konferensi dan berbagai hiburan taraf internasional.”
“Tapi kami sama sekali tidak memanfaatkan fasilitas yang Bapak sebut tadi,” kata si suami bersikeras. “Salah Bapak sendiri. Fasilitas itu disediakan untuk dimanfaatkan,” kata si manajer tak mau kalah.
Setelah tercenung sejenak si suami membuka dompetnya, mengeluarkan uang Rp 100.000,- dan mengulurkannya kepada si manajer.
“Kok hanya seratus ribu?” tanya manajer.
“Karena Bapak harus membayar Rp 250.000.- untuk tidur dgn istri saya.”
“Tapi saya tidak tidur dengan istri Bapak…”
“Salah sendiri. Sudah tersedia semalaman, kenapa tidak dimanfaatkan…”

Cerita betet tanpa kaki

20 September, 2008 - 22:35 WIB

Seorang Bapak berjalan melewati toko burung dan melihat seekor Betet nemplok di atas ranting dlm sangkarnya. Betet tsb tidak mempunyai kaki sama sekali, dan Bapak itu seketika merasa iba padanya.
“Kasihan. Apa yg terjadi pada Betet ini ya?”, gumam Bapak tsb.
Betet itu menyahut, “Memang sudah begini sejak menetas. Saya seekor Betet yg rusak.”
“Astaga,” seru Bapak tsb keheranan. “Kamu bisa mendengar dan mengerti apa yg saya katakan!”
“Saya ngerti semuanya,” kata si Betet.
“Kebetulan saya ditakdirkan menjadi seekor Betet yg sangat pintar dan berpendidikan tinggi.”
“Oh ya?”, Bapak itu bertanya. “Kalo begitu jawablah ini — gimana caranya kamu bisa nemplok di atas ranting itu tanpa kaki ?”
“Baiklah,” kata si Betet, “Sebenarnya ini memalukan, tapi karena kamu nanya, saya melilitkan penis saya ke ranting seperti kait kecil. Kamu nggak bisa liat karena terhalang bulu-bulu saya.”
“Wah” seru Bapak itu, “Kamu memang bisa bicara udah gitu pintar pula!?”.
Kemudian Bapak tadi memutuskan untuk membeli Betet itu.
Selanjutnya Bapak tsb menikmati kehadiran burung barunya. Betet itu sangat sensasional, ia memiliki rasa humor, menarik, teman yg baik, dan pengertian. Bapak itu bangga terhadap piaraannya.
Suatu hari, sang Bapak pulang dari kantor dan si Betet berbisik:
“Psssst” dan menyuruh Bapak itu mendekat padanya. “Saya tidak tahu apakah hrs mengatakan ini padamu atau tidak, tapi ini tentang istrimu dan tukang pos.”
“Apa katamu? Maksudnya gimana?” tanya si Bapak.
“Sewaktu tukang pos datang mengirim surat tadi, istrimu menyapanya di pintu dgn memakai gaun tidur polos dan menciuminya dgn penuh nafsu.”
“Apa ?” si Bapak bertanya dgn kasar. “Terus apa yang terjadi berikutnya?”
“Hmm, terus tukang pos itu masuk ke dlm rumah dan mulai menyingkap gaun tidur sambil menggerayanginya”, lapor si Betet.
“Astaga!” Bapak tadi panik. “Lalu apa?”
“Lalu tukang pos itu mulai membuka gaun tidur istrimu sampe polos, berlutut di depannya dan menjilati seluruh tubuhnya, dimulai dari payudaranya dan perlahan turun ke bawah..”
“Lantas ?” pinta si Bapak, “Lantas Apa yang terjadi ?”
“Persetan dengan selanjutnya ! Saya EREKSI dan jatuh dari ranting!!!”

Beberapa lubang

20 September, 2008 - 22:35 WIB

Seorang Pria menemui dokternya. Dia menghadapi suatu masalah yang sangat pribadi, alat pengeluaran seninya mempunyai beberapa lubang. “Dokter, hal ini sangat memalukan. Kalau saya buang air kecil, air keluar dari lubang-lubang itu dan muncrat kemana mana. Baju saya selalu jadi basah kuyup. Dan yang lebih memalukan lagi kalau saya buang air kecil di toilet umum, maka air seni saya itu muncrat dan membasahi orang orang di kiri kanan saya . Tolonglah, dokter, apa yang harus saya lakukan?”
Sang Dokter berfikir sejenak “Saya akan memberikan sepucuk surat untuk anda berikan kepada abang saya.”
”Dokter, apakah dia seorang ahli bedah yang baik?”
”Bukan! Dia pemain musik. Dia memainkan alat musik trombone pada sebuah grup musik Jazz. saya akan meminta pertolongannya agar mengajari anda pelajaran bermain trombone.”

Can I have one hot dog, please

19 September, 2008 - 22:33 WIB

Seorang teman mendapat Tugas Belajar di salah satu Negara Bagian di Amerika Serikat “tembak langsung” dari Tanah Batak. Setibanya di tempat tujuan, dia merasa sangat lapar dan tidak tahu harus makan apa.
Tiba² di melihat tulisan di sebuah tempat makan, “Hotdog for only $2.00″. “Wah, ini dia nih yang aku cari²”, kata halak hita ini. Dengan Bahasa Inggris yang cukup lancar dia memesan makanan ke pelayan tempat makan tersebut, “Can I have one hot dog, please?”
Setelah makanannya terhidang, maka segera saja dia akan menyantap hidangannya tersebut. Tapi kemudian dia kelihatan kaget setelah mengamati hidangan tersebut. Dibolak-baliknya hidangan “RW” tersebut, dan akhirnya keluar omelannya dalam Logat Batak yang kental, “Wah, sialan, aku dikasih “anu”-nya.”

Sudahlah kek, jangan sedih

19 September, 2008 - 22:33 WIB

Ceritanya begini, seorang kakek bercerita ama cucunya tentang kisah penjajahan belanda tempo doeloe (tau kan biasanya kakek kakek cuman make sarung doang tampa cd dan biasanya kursi malasnya terbuat dari rotan) Di tengah asiknya bercerita tiba tiba si kakek menangis tersedu-sedu di iringi dengan rintihan yang memilukan. Merasa terbawa suasana cucunya angkat bicara “Sudalah kek, memang tempo doeloe itu sangat menyedihkan tapi kan sekarang kita udah merdeka…”
Dengan nada agak menyedihkan si kakek menjawab “Cu, bukannya kakek sedih krn tempo doeloe, tapi BIJI KAKEK TERJEPIT DI KURSI ROTAN INI.”

Tidak seperkasa itu

19 September, 2008 - 22:33 WIB

Sepasang suami istri sedang menonton film. Ketika muncul adegan ranjang yang sangat bergairah, si istri berbisik. “Kamu kok tidak pernah melakukan permainan segairah itu dengan saya ?”
Suami menyahut, “Jangan bodoh, Sayang. kamu kan tahu berapa juta rupiah mereka di bayar untuk melakukan permainan ranjang sehebat itu.”

Page 5 of 25« First...«34567»...Last »


eXTReMe Tracker
Copyright © 2007 www.modelayu.com