Petani dan sales sepeda
12 August, 2008 - 17:14 WIB
Seorang sales sedang mencoba membujuk seorang petani untuk membeli sebuah sepeda. Si petani menolak untuk membeli sebuah sepeda, tapi ternyata si sales tampaknya tidak mudah menyerah.
“Hei … daripada membeli sepeda, lebih baik aku habiskan uangku untuk pelihara sapi,” kata si petani.
“Ah,” jawab si sales, “tapi coba pikir deh … Anda akan sangat terlihat bodoh jika Anda bepergian dengan mengendarai seekor sapi.”
“Huhh!!” hardik si petani. “Apakah tidak lebih bodoh jika orang melihatku memerah sebuah sepeda!”
Manajemen Emosi untuk Wanita
10 August, 2008 - 14:57 WIB
Pada suatu sore seorang suami berbincang-bincang dengan istrinya mengenai manajemen emosi yang dilakukan istrinya.
Suami: “Pada saat aku marah-marah sama kamu, kamu tidak pernah sekalipun melawan aku. Caranya bagaimana sih melakukan kontrol atas kemarahan kamu. Kok bisa?”
Istri: “Bisa, setiap kali kamu marah sama aku, aku langsung pergi membersihkan toilet.”
Suami: “Wah, kok bisa, apa hubungannya membersihkan toilet dengan manajemen emosi?”
Istri: “Aku membersihkan toilet pakai sikat gigimu…”
Jangan terlalu dalam
10 August, 2008 - 5:27 WIB
Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu. Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. Tapi — kita tahu — menyogok itu diharamkan. Maka Nasrudin memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri.
Nasrudin menyiapkan sebuah gentong. Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya. Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim. Saat itu juga Pak Hakim langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda tangan pada perjanjian Nasrudin.
Nasrudin kemudian bertanya, “Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan ?”
Hakim tersenyum lebar. “Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya.” Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. “Wah, enak benar mentega ini!”
“Yah,” jawab Nasrudin, “Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam.”
Terakhir kali melakukan hubungan
9 August, 2008 - 5:40 WIB
Dalam rangka penelitian perilaku seks, seorang peneliti mewawancarai seorang pilot. “Dapatkah anda ceritakan kapan terakhir kali anda melakukan hubungan?” tanya Peneliti. “Sembilan belas lima puluh sembilan,” jawab Pilot. Dengan reputasi pilot yang sering terdengar memiliki banyak pasangan, Peneliti kaget dengan jawaban seperti itu. “Waktu yang lama sekali!” hardik Peneliti. “Ya mungkin juga, …” jawab Pilot sambil melihat jamnya “Tapi sekarang baru duapuluh satu lima belas.”
Jangan boros
8 August, 2008 - 11:30 WIB
Nasrudin berlayar dengan kapal besar. Cuaca cerah menyegarkan, tetapi Nasrudin selalu mengingatkan orang akan bahaya cuaca buruk. Orang-orang tak mengindahkannya. Tapi kemudian cuaca benar-benar menjadi buruk, badai besar menghadang, dan kapal terombang ambing nyaris tenggelam. Para penumpang mulai berlutut, berdoa, dan berteriak-teriak minta tolong. Mereka berdoa dan berjanji untuk berbuat sebanyak mungkin kebajikan jika mereka selamat.
“Teman-teman!” teriak Nasrudin. “Jangan boros dengan janji-janji indah! Aku melihat daratan!”

