Progammer dan Istrinya

27 June, 2008 - 19:20 WIB

Sebelum memutuskan untuk menikah dengan IT Guys pikir dulu masak-masak dan jangan menyesal kemudian. Makanya perhatikan baik-baik percakapan antara seorang istri dengan suaminya, seorang Software Engineer.

Suami: (Pulang telat dari kantor) “Selamat malam sayang, sekarang saya logged in.”

Istri: “Apakah kamu bawa oleh-oleh yang aku minta?”

Suami: “Bad command or filename.”

Istri: “Tapi aku bilangnya dari tadi pagi!”

Suami: “Errorneous syntax. Abort?”

Istri: “Trus, bagaimana tentang beli televisi baru?”

Suami: “Variable not found…”

Istri: “OK deh, kalo gitu aku minta kartu kreditmu. Aku mau belanja sendiri aja.”

Suami Menipu Istri dengan Menggunakan Dildo

27 June, 2008 - 5:25 WIB

Seorang suami selalu menuntut lampu dimatikan setiap kali mereka bercinta. Suatu kali si istri nekat menyalakan lampu ketika mereka sedang melakukannya. Betapa terkejutnya si istri melihat suaminya menggunakan dildo.

“Dasar kau pria bajingan!”, teriak si istri dengan marahnya, “Rupanya selama perkimpoian kita kau menipu aku ya, kau pria sontoloyo!”

“Oke oke, aku memang membohongimu selama ini”, jawab si suami, “Tapi sekarang coba kamu jelaskan dari mana asalnya ketiga anak kita itu”

Alat Deteksi Kebohongan

26 June, 2008 - 5:23 WIB

Budi adalah seorang profesor penemu ulung, dia berhasil menciptakan robot yang bisa mendeteksi kebohongan, dia membuat robot itu sedemikian rupa sehingga ketika mendengarkan kebohongan, sang robot akan langsung menampar si pembohong itu…

Budi dengan bangga membawa robot itu ke ruang keluarga dan menunggu anaknya pulang…
tapi anaknya tak kunjung pulang…

Ditunggu-tunggu baru sore hari sang anak pulang…

“Kamu dari mana ? kok pulangnya telat” tanya si Budi
” Ada pelajaran tambahan pa” jawab sang anak

*PLAK* Sang robot menampar si anak…

“Nak, ini adalah robot ciptaan ayah, dia akan menampar siapapun yang berbohong..! sekarang katakan dengan jujur, kenapa pulangnya telat ??!”
“Maaf ayah.. aku habis menonton film di rumah teman…”

“Film apa?”
“Film Sinetron pa”
*PLAK*
“Ayo katakan dengan jujur film apa ??”
“Maaf Ayah… saya menonton film porno”

mendengar itu marahlah si Budi..

“Kamu itu yach … kecil-kecil uda nakal, mau jadi apa kamu nanti besar ?
kurang ajar kamu yach … bikin malu ajah….
perbuatan yang benar-benar memalukan..!!! papa waktu seumuran kamu gak pernah melakukan hal senakal kamu…!”

*PLAK* Budi ditampar sang robot

Suasana hening untuk beberapa saat…
Istri Budi kemudian masuk datang dan langsung berkata… “huh, sama aja kelakuannya, apel gak akan jatuh jauh dari pohonnya kan ? ya gimanapun juga dia anak Elo, jadi ”

*PLAK*

Sang robot menampar istri Budi sebelum sang istri sempat menyelesaikan kata2nya..
Dan semua terdiam…

Acara Dukun Penyembuh di Televisi

25 June, 2008 - 5:22 WIB

Pada suatu hari, kakek and nenek sedang melihat acara “dukun sang penyembuh” di TV.

Sebelum acara itu berakhir, dukun itu meminta semua orang yang ingin sembuh untuk meletakkan tangan kanannya di layar TV, dan menaruh tangan kirinya di bagian dari tubuh mereka yang ingin di sembuhkan.

Nenek pun segera bangkit dari kursinya, dan berjalan menuju TV, lalu meletakkan tangan kanannya di layar TV, dan meletakkannya tangan kirinya di pinggang dia; yg di mana sakit-nya itu telah di deritanya selama 2 tahun.

Kakek pun tak mau ketinggalan, dia berjalan menuju TV, lalu meletakkan tangan kanannya di layar TV dan meletakkannya tangan kirinya di selangkangan-nya.

Nenek yang melihat si kakek sambil berkata: “Tampaknya kau tidak mengerti acara dukun ini, tujuannya adalah untuk menyembuhkan yang sedang sakit, bukan untuk membangkitkan yang sudah mati…”

Pengalaman Menjadi Reserse

23 June, 2008 - 5:21 WIB

Eddy lulus AKABRI jurusan kepolisian dan akhirnya jadi reserse kriminil. Ayahnya, seorang pengusaha yang kenal Kapolri yang sekarang, menitipkan kepada jendral polisi itu agar dapat dibimbing di Jakarta. Eddy ditugaskan di bawah asuhan langsung Dan Reskrim Gories Mere yang termashur itu.

Beberapa bulan kemudian, waktu Eddy mengunjungi ayahnya, si ayah bertanya: “Apa yang sudah kamu dapatkan dari pengalamanmu di bawah Pak Gories, Nak?”.

“Ada, ayah. Saya punya pengalaman yang menarik dengan Pak Gories Mere.” Lalu Eddy bercerita kepada ayahnya: “Pada suatu malam, kami dapat telepon dari bagian sekuriti Hotel Grand Hyatt. Rupanya di sebuah kamar ditemukan perempuan dan seorang pria mati dalam keadaan tidur dan telanjang. Mereka rupanya orang Amerika.”

“Wah! Lalu apa yang Pak Gories lakukan, nak?” tanya si ayah kagum.

“Pak Gories dengan tenang memakai topi beliau mengambil tongkat komando, dan sebelum berangkat meneguk vodka tonik yang tersedia di sudut meja. Beliau tidak pernah tergesa-gesa, Ayah. Beliau selalu kalem dan lalu beliau menyuruh saya mengiringi masuk ke mobil. Mobil pun berangkat ke Grand Hyatt.

Kami menemui manajer hotel, dan kepada kami diberitahu nomor kamar di mana insan telanjang itu kedapatan mati. Manajer kelihatan gugup, waktu ia mengantarkan kami menuju ke kamar itu. Tetapi Pak Gories sangat tenang dan gagah. Semua dilakukan dengan tanpa ribut-ribut, supaya tidak heboh di kalangan tamu hotel …”

“Lalu?”, seru si ayah. “Yah, Pak Gories pun masuk ke kamar itu dengan tanpa mengeluarkan bunyi. Saya dan manajer hotel bersijingkat mengikuti beliau. Di dalam kamar itu, benar juga seperti yang dilaporkan: di tempat tidur terbaring tubuh seorang pria bule dan tergetelak di sebelah tubuh seorang perempuan bule, telanjang … tapi ada yang aneh dan mencurigakan …”

Eddy berhenti sebentar di sini, mengambil gelas untuk minum. Bapaknya menunggu tegang.

“Apa yang aneh dan mencurigakan?”.

Eddy meneruskan ceritanya. “Yang aneh dan mencurigakan ialah bahwa kemaluan laki-laki itu ternyata masih berdiri tegak”.

“Waduh! Apa yang terjadi?”, tanya si ayah.

“Mula-mula saya tidak tahu, pak. Tapi kemudian Pak Gories dengan tenang memukulkan keras-keras tongkat komandonya ke ujung kemaluan itu, dan …”

“Dan apa, Nak?”

“Terdengar teriak keras. Laki-laki bule itu berteriak. Ia bangkit. Juga tubuh perempuan itu tiba-tiba berdiri. Kemudian baru kami tahu bahwa rupanya kami memasuki kamar yang salah.”

Bilang Plung Dapat Goceng

22 June, 2008 - 5:20 WIB

Si Rini adalah salah satu peserta les bahasa ingris di rumah Ibu Neli, Rini sering dibuat penasaran oleh suara di kamar gurunya, soalnya Rini sering mendengar suara Plung! bila lewat kamar Ibu Neli, rasa penasaran Rini membuat ia nekat ngumpet di kolong tempat tidur Ibu Neli ketika waktu pulang les, dan akhirnya suara Plung! itu terjawab setelah menyaksikan sendiri kejadiannya, yaitu Ibu Neli diam-diam suka masturbasi dengan memasukan kepala botol kecap yang sudah dibersihkan ke veginya, jadi kalau sudah puas bila botol itu dicabut suka bunyi Plung!

Rini : “Oh ini ya bu suara Plung! itu ?” kata Rini sambil melihat ke arah Ibu Neli.
Ibu Neli : “Ee… kamu ngapain disini?” bentak ibu neli dalam kekagetannya
Rini : “Nggak cuma penasaran aja Bu!”
Ibu Neli : “Sini kamu! Jangan bilang-bilang ya!, nih buat kamu sambil nyodorin uang Goceng”
Rini : “Ya bu! Terima kasih”

Sejak kejadian itu si Rini jadi punya obyekan, karena setiap ketemu Ibu Neli dia selalu bilang Plung!, dan Ibu Neli pasti ngasih Goceng, jadi bila ada kata Plung! pasti ada Goceng. Pada suatu hari temen si Rini melihatnya kalau Rini bilang Plung! ke Ibu Neli Pasti dikasih duit, ah… saya ikutan ah, kayak Rini biar dapet Goceng gumam Rina namanya. Kebetulan disuatu hari Rina ketemu Ibu Neli.

Rina : “Ibu Neli Plung! kata Rina”
Ibu Neli : “Apa itu Plung!?” agak kaget ada orang ikut-ikutan bilang Plung !
Rina : “Emh… apa ya?”
Ibu Neli : “Makanya kalau kagak tahu sejarahnya jangan ikut-ikutan !, ni buat kamu…” Plok! Rina di gampar.
Rina : “Sialan!”

Ada Orang Lain yang Menembak Beruang

21 June, 2008 - 5:18 WIB

Setelah mengawini seorang perempuan muda yang sangat cantik, seorang kakek-kakek berusia 90 tahun dengan bangga bercerita kepada dokternya bahwa istrinya sedang hamil.

Sambil menahan perasaan, sang dokter berkata, “Kakek, saya punya sebuah cerita. Seorang lelaki dungu pergi berburu, tetapi karena dungunya ia malahan membawa botol kosong, bukannya senapan. Nah, di tengah hutan ia dihadang oleh seekor beruang besar. Kemudian ia menodongkan botol-nya, menembak si beruang, dan beruang itu mati seketika…; nah lalu lelaki itu berteriak kesenangan…..”

“MUSTAHIL !!!” potong si kakek. “Pasti ada orang lain yang menembak beruang itu!” teriaknya lagi.

“Tepat sekali!” jawab si dokter sambil memandang sang kakek dengan prihatin.

Page 16 of 25« First...«1415161718»...Last »


eXTReMe Tracker
Copyright © 2007 www.modelayu.com