Browse >
Home / Archive by category 'Jokes'
Seperti Bayi yang Mungil
Sepasang kekasih yang hendak menikah sedang berkencan. Si cewek berbisik pada kekasihnya, “Sekarang waktunya kita saling jujur agar kelak kita tidak kecewa.”
Si cowok mengangguk.
“Sesungguhnya dada saya rata seperti papan, kalau kau tidak suka katakan saja. Kita bisa batalkan rencana pernikahan ini. Saya siap menghadapinya…”, kata si cewek.
Cowok dengan lembut menjawab, “Itu tidak masalah, Sayang… Bagiku seks bukanlah hal yang terpenting, tetapi cinta kasih.”
Cewek pun lega mendengarkannya. “Saya juga perlu mengatakan sesuatu sejujurnya padamu…”, sambut cowok. Cewek mengangguk tersenyum.
Menyesal Bertanya
Ada seorang lelaki tua yang memiliki hobi memelihara banyak burung.
Pada suatu pagi, semua burung kesayangannya hilang.
Merasa aksi pencuri sudah keterlaluan, si lelaki tua membawa masalah itu dalam pertemuan mingguan di kampungnya.
Lelaki tua: “Siapa di sini yang punya burung?”
Seluruh penduduk laki-laki segera berdiri.
Menyadari kesalahannya dalam bertanya, lelaki itu menambah:
“Bukan itu maksud saya. Maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung?”
Seluruh penduduk wanita pun berdiri.
Menyadari pertanyaannya masih tidak tepat, dengan muka merah padam dia menyambung,
“Maaf, bukan itu maksud saya.”
Sekali lagi dia bertanya.
“Maksud saya, siapa di antara kalian yang pernah lihat burung yang bukan milik sendiri?”
Nasib Joko Tarub Ketemu Banci
Suatu ketika Mandilah Joko Tarub di air terjun yang indah dimana ia pernah mencuri selendang Istrinya, Anting Wulan. Sekarang ini istrinya telah kembali ke kayangan dan untuk mengenangnya Joko Tarub biasanya mandi di air terjun kenangan itu.
Mandilah dia dengan menanggalkan pakaiannya dan berkecipak-cipung bermain air. Namun tanpa setahu dirinya dari arah tersembunyi datanglah seorang banci berjalan dan mendekat, berusaha mengintip Joko Tarub yang sedang asyik mandi sambil melamunkan Istrinya.
Si banci menikmati apa yang dilihatnya dan tiba-tiba si Banci menginjak ranting yang rapuh…”Kreteeek”.
Joko yang lagi asyik mandi terperenjat, “Siapa ya?”
Si Banci berusaha diam, takut diketahui, karena tidak ada yang memberi jawaban Joko melanjutkan mandinya, tetapi kembali terdengar, “Guuubraak.”
Kali ini Joko tarub yakin kalau ada orang di balik semak-semak tersembunyi, Joko mencoba mengancam, “Siapa itu? Kalo tidak mau keluar gue sumpel pake barang gue loh!!!!?”
Si Banci sebelum keluar merasa girang …dan menampakan mukanya sambil bergaya seperti Anting Wulan, “Itu Tadi Janji Ya, kalau ingkar gue tinggalin lu ke Kayangan….??!!!!!!!
Mengetahui Tipe Watak Lelaki dari Cara Mencium
Suka cium dahi isteri… suami yang romantis.
Suka cium pipi isteri… suami yang penyayang.
Suka cium mulut isteri… suami yang bernafsu.
Suka cium tengkuk isteri… suami yang mata keranjang.
Suka cium telinga isteri… suami yang sensitive.
Suka cium leher isteri… suami yang penyabar.
Suka cium buah dada isteri… suami yang suka bermanja.
Suka cium tangan isteri… suami yang hipokrit.
Suka cium ketiak isteri… suami yang menerima isterinya seadanya.
Suka cium kemaluan isteri… suami yang pemalu.
Suka cium punggung isteri… suami yang suka bergurau.
Suka cium kaki isteri… suami yang terlalu menghormat isteri.
Tidak suka cium mana-mana bagian badan isteri… suami yang mementingkan diri.
Suka cium seluruh bagian badan isteri… suami yang baru balik dari tugas lama di luar kota
Wawancara Kerja: Apa yang Paling Cepat?
Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan di kantornya. Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon yang cocok. Dia memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau tidak.
Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview. Si Manager lalu mengajukan 1 pertanyaan: setahu Anda, apa yang bergerak paling cepat?
Kandidat I menjawab, “PIKIRAN. Dia muncul begitu saja di dalam kepala, tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada. Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu.”
“Jawaban yang sangat bagus”, sahut si Manager. “Kalau menurut Anda?”, tanyanya ke kandidat II.
“Hm… KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa kita sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak paling cepat kalau menurut saya.”
“Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan ’sekejap mata’ untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi.” Si manager berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras.
Ada Jin di Rumah Mewah
Pasangan muda suami istri Bambang dan Siska sedang bermain golf di sebuah lapangan yang dikelilingi oleh perumahan mewah. Rata-rata harga rumah di kawasan itu 5 milyar rupiah.
“Sis, ati-ati kalo mukul bola, jangan sampai kena kaca rumah orang. Kita bisa bangkrut kalau harus mengganti kaca rumah mewah di sekitar sini,” kata Bambang. Tapi malang, ayunan stick Siska yang kuat ternyata tidak terarah dengan baik dan akhirnya …praaanggg!!!!!….bola golf itu mengenai kaca rumah paling mewah di dekat situ.
Bambang dan Siska berlari-lari ke arah rumah mewah tersebut. Mereka terkejut ketika sampai di pintu ruang tamu. Tidak hanya kaca-kaca yang berserakan, pot-pot keramik Cina dan vas bunga juga pecah.
“Aduuuh…maaf Pak, istri saya nggak sengaja,” kata Bambang kepada seorang Bapak yang tampak duduk dengan tenang.
“Nggak apa-apa,” kata Bapak itu. “Saya seharusnya berterima kasih pada anda berdua karena telah membebaskan saya dari belenggu vas bunga kuno buatan Cina itu. Saya sebenarnya adalah jin. Nah, sebagai ucapan terima kasih,saya akan meluluskan tiga permintaan. Satu untuk anda, satu untuk istri anda, dan satu lagi untuk saya sendiri,” ujar Bapak itu dengan mimik serius dan berwibawa.
“Apa permintaan anda?” tanyanya.
“Saya ingin rekening saya setiap bulan terisi 1 milyar rupiah, sepanjang hidup saya,” pinta Bambang.
“Bimsalabim…sudah terlaksana! Silakan cek rekening anda mulai bulan depan,” kata Bapak itu.
“Dan apa permintaan anda, nona cantik?” tanya Bapak itu pada Siska.
“Saya minta mobil dan perhiasan paling mewah yang ada di muka bumi,” katanya. “Bimsalabim….sudah terlaksana juga! Bisa dilihat mulai besok pagi,” kata Bapak itu lagi.
Bambang dan Siska girang bukan main.
“Lalu, permintaan Bapak Jin sendiri apa?” tanya Bambang penasaran.
“Begini…ehm…saya ingin bercinta sepanjang hari ini bersama istri anda,” jawab Bapak itu. Bambang dan Siska terkejut bukan main. Tapi karena jin itu sudah bermurah hati memberikan mereka segalanya, maka Bambang mengijinkan Siska menemani jin tersebut.
Singkat cerita, mulai pagi itu hingga sore harinya, Siska harus melayani kebutuhan seks Bapak Jin. Menjelang malam, Bapak itu mengijinkan Siska pulang. “Terima kasih, kamu hebat sekali,” katanya sambil mengedipkan mata.
“Ngomong-ngomong, berapa usia kamu dan suami kamu?”
“Saya 25 tahun, Pak,” kata Siska.
“Hah, 25 tahun? Umur 25 tahun kok masih percaya sama jin sih?” kata Bapak itu.
Mencelupkan Jari ke ‘Kolam’ Istri
Sepasang suami istri yang baru saja menikah tengah berbaring. Sang istri telah bersiap-siap untuk tidur sedangkan suaminya menyalakan lampu baca untuk membaca sebuah buku.
Pada saat tengah membaca tersebut, si suami berhenti sejenak, memasukkan tangannya ke dalam celana isterinya dan meraba-raba ‘kolam’ istrinya tersebut. Lantas ia meneruskan bacaannya. Ia kembali melakukan hal ini berkali-kali sehingga lama-kelamaan isterinya menjadi terangsang. Tak lama kemudian, istrinya bangun, duduk pada badan suaminya serta mulai membuka baju dan celananya.
Suaminya menjadi heran dengan perbuatan isterinya ini dan bertanya, “Apa-apaan ini? Kok lepas baju segala sih?”
Jawab istrinya, “Kamu memasukkan jarimu berkali-kali. Aku pikir itu adalah pemanasan dan kau ingin ‘mengajakku’ malam ini…”
“Ah, nggak sama sekali kok!”, jawab suaminya.
“Lantas, kenapa kau melakukan itu terus-menerus?”
“Aku cuma membasahkan jariku agar bisa membalik halaman pada buku yang sedang aku baca ini.”
“Kurang azaaarrr…!!!”