Membeli Sosis Jumbo
23 Juli, 2008 - 6:42 WIB
Dua Wanita PSK masuk di sebuah toko daging di Surabaya.
Wanita 1: “Pak Kami mau beli 2 sosis yang ukuran jumbo.”
Penjaga : “OK…silahkan, 1 sosis harganya US$3,5, totalnya US$7.”
Wanita 1 kemudian menyerahkan lembaran uang 10 U$D.
Penjaga : “Wah maaf, toko kami baru buka dan belum ada kembaliannya, bagaimana kalau kami beri penawaran khusus, dengan US$10 anda mendapatkan 3 buah sosis jumbo seharga US$10,5.”
Wanita 1: (setelah pikir-pikir) “Baiklah kami beli 3 sosis dengan harga US$10.
Wanita 2 : (sambil kebingungan) “Lho mbak, sosis yang satu lagi mau kita apain?”
Wanita 1 : “Yaa udah sosis yang satu lagi kita makan aja…..”
Adu Kuat Seks Orang Cina
22 Juli, 2008 - 6:42 WIB
Di sebuah bar terjadi perbincangan antara tiga orang pemuda yang masing-masing berasal dari Asia.
Orang Jepang : “Tadi malam saya bercinta dengan istriku sebanyak tiga kali. Pada pagi hari istriku membuatkan sarapan yang sangat lezat untuk menyenangkan hatiku”.
Orang Cina : “(Tidak mau kalah) Tadi malam aku bercinta dengan istriku enam kali. Pada pagi hari istriku membuatkan sarapan pagi dan berkata bahwa ia tidak akan bisa mencintai pria lain.”
Lalu mereka bertanya pada orang Indonesia: “Bagaimana dengan kamu…..Paimin”.
Paimin : “Hanya sekali.”
“Yang benar saja…..,” orang Cina dan Jepan itu nyaris serempak.
“Iya… hanya sekali,” tegas Paimin.
“Lalu apa kata istrimu pada pagi harinya,” tanya mereka.
“Awas jangan berhenti,” jawabnya.
Jepang :*!!!!!?…..Cina: *!!!??/!
Letter from Banta Singh to Bill Gates
16 Juli, 2008 - 15:14 WIB
Subject: Problems with my new computer
Dear Mr Bill Gates,
We have bought a computer for our home and we have found some problems, which I want to bring to your notice
1. There is a button ’start’ but there is no ’stop’ button. We request you to check this.
2. We find there is ‘Run’ in the menu. We request you to change that to ’sit’, so that we can click that by sitting.
3. One doubt is whether any ‘re-scooter’ is available in system? I find only ‘re-cycle’, but I own a scooter at home.
4. There is ‘Find’ button but it is not working properly. My wife lost the door key and we tried a lot trace the key with this ‘ find’ button, but was unable to trace. Please rectify this problem.
Baca selengkapnya..
Baunya si Doggy
15 Juli, 2008 - 2:31 WIB
Paul, seorang bandot tua punya hobby yang sama dengan anaknya, David (anda yang namanya sama bukan famili mereka lho). Hiburan malam dan pulang pagi adalah hobby mereka, dan satu sama lain tidak mau kalah dalam hal kepiawaian menguasai bidang ini. Semua diskotik, mandi uap dan panti pijat yang ada dikota mereka serta semua manusia didalamnya telah mereka kenal sampai baunya sekalipun.
Satu malam (tepatnya pagi), Paul pulang hanya sepersepuluh menit lebih dulu dari si David. Ditariknya si David dan diciumnya tangannya :”..eh, lu pasti sama si Susy nih”. David pun mengaku, karena memang demikianlah adanya.
Esoknya, David tunggu bapaknya pulang, maksudnya mau ngalahin sang babe dibidang bau-membau ini. Ditariknya Paul dan diciumnya tangannya :”..eh, be, ini pasti si Donna, nggak salah lagi, kan..” Sang babe surprise juga dibuat anaknya, soalnya itu seratus persen betuul. Tapi, gua kan seniornya pikirnya. Pasti kubikin keok besok.
Esoknya lagi, giliran si Paul yang pulang duluan, sengaja nunggu David pulang. Hal serupa terulang, diciumnya tangan anaknya :”.. he..hee..Vid, ini pasti si Poppy.., kalah lu..”.. Demikianlah berganti-ganti, bapak anak saling tebak-tebakan, sampai semua stock yang ada sudah dicoba dan tertebak belaka oleh mereka berdua.
Saking nggak mau kalah, waktu giliran David yang mau diperiksa babenya, digosokkannya tangannya ke pantat si Doggy (itu lho..), dan melenggang pulang dengan mobilnya. Betul aja, begitu turun dari mobil, Paul sudah menunggu dengan cengar-cengir bandotnya. Ditariknya tangan anaknya, tapi kali ini ia lama mencium tangan si David, diingat-ingatnya dimana dia pernah cium bau itu.. Si David pun sudah mau ngakak dan merasa menang. Mampus lu be, pikirnya..
Paul ngaku kalah, tapi masih nanya juga : “…siapa sih? barang baru ya…”
Oh ibu dan anak
14 Juli, 2008 - 2:25 WIB
Disebuah desa tinggal seorang janda dan anak laki-lakinya. Sejak ditinggal suaminya, si janda hidup dalam kemiskinan dan terpaksa bekerja ’serabutan’ untuk membiayai hidupnya dan anaknya. Tak urung kemiskinan enggan beranjak dari kehidupan mereka, sampai akhirnya pakain pun tak terbeli untuk si anak.
Suatu hari dengan telanjang si anak laki-laki bermain-main di kebun dan naik ke sebuah pohon mangga. Lewatlah si dermawan yang berharta dan dengan penuh kasih memanggil anak itu untuk turun dan mendekat. Bertanyalah si Dermawan kepada anak tersebut
“Mengapa kamu bermain-main tidak memakai baju? nanti kamu bisa masuk angin dan sakit ”
“Ibuku tak punya uang untuk membeli pakaian, baju dan celanaku cuma ada satu untuk kupakai besok ke sekolah, siang ini saya telanjang supaya baju itu tidak kotor dipakai besok” kata si anak.
Lalu dengan iba si Dermawan memberi uang kepada anak tersebut sebesar lima puluh ribu rupiah dengan pesan “belilah baju dengan uang ini, supaya kamu tidak masuk angin’.
Dengan suka cita si anak berlari pulang ke rumah dan menceritakan peristiwa itu kepada ibunya.
Lalu si janda punya ide cemerlang, kalo anaknya saja diberi uang lima puluh ribu, ia pasti bisa memperoleh lebih banyak lagi.
Siang hari berikutnya, ketika terlihat dari jauh si dermawan akan lewat ditempat kemarin, si janda segera menanggalkan seluruh bajunya, dan dengan berbugil ria ia naik ke pohon mangga seperti yang dilakukan oleh anaknya kemarin.
Seperti yang diharapkan oleh si janda, si dermawan saat lewat di bawah pohon mangga memanggilnya turun dan bertanya
“Mengapa kamu telanjang dan main-main di atas pohon?”
“Saya tak punya uang untuk beli baju pak “, kata si janda
Lalu tanpa berkata apa-apa si Dermawan mengeluarkan sekeping logam lima puluh perak dan memberikannya kepada si janda. Karena terkejut hanya diberi lima ratus perak saja, maka si janda bertanya
“mana cukup lima puluh perak untuk beli baju saya pak?”
sambil tersenyum si Dermawan menyahut
“siapa yang bilang uang itu untuk beli baju? pergilah sana beli silet dan cukur dulu sebelum kamu main-main sambil berbugil di atas pohon”.

