PLN Akan Naikkan Tarif Listrik Industri
15 Juli, 2008 - 6:17 WIB
PT PLN (Persero) menyatakan akan menaikkan tarif listrik yang diperuntukkan bagi pelanggan industri. Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar di Jakarta, Senin (14/7) mengatakan, saat ini, beban PLN sangat berat, karenanya perlu dilakukan penyesuaian tarif listrik industri.
“Kami siap bernegosiasi dengan Kadin (Kamar Dagang dan Industri),” katanya. Menurut dia, konsep kenaikan tarif listrik tersebut berbeda dengan penerapan daya max yang merupakan pembatasan pemakaian saat beban puncak. Kenaikan tarif disesuaikan dengan biaya energinya.
Baca selengkapnya..
Penjualan Motor Akan Tembus 6 Juta Unit
14 Juli, 2008 - 18:59 WIB
Pasar motor nasional diprediksi akan menembus angka 6 juta unit hingga akhir tahun, melebihi target yang ditetapkan sebelumnya yang dipatok sebanyak 5,2 juta unit.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan suku bunga kredit yang dikhawatirkan menekan penjualan dinilai masih kalah oleh kebutuhan masyarakat atas alat transportasi ekonomis.
“Pengaruhnya tetap ada, tapi jika BI Rate tidak menembus angka 9 persen, penjualan motor nasional bisa menembus 6 juta unit pada akhir tahun,” ujar Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Loman usai pembukaan Kontes Mekanik Nasional dan Kontes Front Line Honda di Jambi, Minggu (13/7/2008).
Baca selengkapnya..
Turis Asing Minati Batik
14 Juli, 2008 - 7:57 WIB
Produk pakaian batik diserbu wisatawan asing dalam Pameran Gebyar Koperasi dan Usaha Kecil Menengah se-Indonesia di Batam, Minggu (13/7). “Saya beli tiga buah,” kata Michael Chang, wisatawan asal Singapura.
Michael mengatakan menyukai batik karena motif unik. “Bahan juga bagus, menyerap keringat,” katanya memuji batik yogyakarta.
Senada dengan Michael, wisatawan asal Belanda Jessy mengatakan menyukai model batik yang tradisional namun elegan. Ia membeli celana pendek lurik dan baju tanpa lengan. “Pas dipakai di daerah tropis. Sangat nyaman,” katanya.
Baca selengkapnya..
Amien Rais: Sistem Perekonomian Indonesia Saatnya Diganti
11 Juli, 2008 - 10:42 WIB
Sistem perekonomian yang dianut Bangsa Indonesia saat ini, sudah saatnya diganti dengan sistem perekonomian nasional, karena tidak mampu lagi memenuhi tuntutan dan kesejahteraan rakyatnya.
Sistem ekonomi pasar ala IMF, Bank Dunia, WTO dan lainnya sudah saatnya diganti dengan sistem ekonomi yang lebih berpihak kepada rakyat dan menomorbelakangkan kepentingan konglomerat, kata Ketua MPP DPP PAN, Amien Rais di Kendari, Kamis.
Menurut dia, salah satu penyebab kemiskinan yang terus melanda masyarakat Indonesia dari satu periode ke periode berikutnya, karena sistem ekonomi itu sudah tidak mampu lagi menyahuti tuntutan kesejahteraan, kemakmuran, keadilan dan sosial ekonomi masyarakat.
Baca selengkapnya..
Sejahterakan Rakyat dengan Koperasi Syariah
10 Juli, 2008 - 16:35 WIB
Koperasi syariah telah memberikan dampak yang cukup positif terhadap pelaku usaha mikro di tanah air. Dalam waktu yang singkat koperasi syariah telah membantu lebih dari 920 ribu usaha mikro di tanah air dan telah merambah ke seluruh kabupaten di Indonesia. Jenisnya sangat beragam dari koperasi pondok pesantren (kopontren), koperasi masjid, koperasi perkantoran hingga koperasi pasar (kopas).
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Bidang Ekonomi, Industri dan Teknologi Dr Sohibul Iman mengatakan sistem bagi hasil yang dikenalkan masyarakat ternyata cukup mudah diterima dan sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang mengedepankan asas gotong royong dan kejujuran. “Saat ini terdapat lebih dari 3.020 koperasi syariah yang berkembang dengan berbagai macam ragam kondisi kelembagaannya,” jelas Sohibul dalam pernyataan pers, Kamis (10/7), dalam rangka kampanye “Gerakan Koperasi Syariah”.
Baca selengkapnya..

