25 June, 2008 - 13:43 WIB
Selain dimanfaatkan sebagai penyedap masakan, seledri juga dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Di antaranya, hipertensi, rematik, dan sakit panas.
Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Celery Apium Grafeolens ini juga memiliki kontribusi besar bagi dunia kecantikan. Daunnya biasa digunakan untuk menyuburkan dan menjaga kesehatan rambut. Secara medis, seledri memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sangat penting untuk konsumsi sehari-hari. Ingin tahu lebih lanjut?
Menkes: Namru-2 Injak-injak Kedaulatan RI25 June, 2008 - 13:41 WIB
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menolak menjawab pertanyaan tertulis Komisi I DPR tentang keberadaan laboratorium medis Angkatan Laut Amerika Serikat “Namru-2″ di Indonesia, bahkan menyebutkan Namru-2 menginjak-injak kedaulatan negara RI.
“Bagi saya, sudah tidak ada yang perlu dijelaskan karena keberadaan Namru-2 sudah jelas-jelas tidak memberikan manfaat bagi Indonesia,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, di Jakarta, Rabu (25/6). Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi I DPR, Theo L Sambuaga, Menkes menyatakan sangat kecewa atas kunjungan Komisi I ke Laboratorium Riset milik Angkatan Laut Amerika Serikat itu pada Rabu (18/6).
Produsen-Konsumen Minyak Bertemu di Inggris25 June, 2008 - 13:32 WIB
Hasil pertemuan negara-negara produsen dan konsumen minyak mentah dunia di Jeddah, Arab Saudi, yang berakhir Minggu (22/6) waktu setempat, akan ditindaklanjuti pertemuan serupa di Inggris dalam waktu dekat.
“Pertemuan Jeddah belum selesai. Agendanya dilanjutkan di Inggris masih seputar kenaikan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, seusai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor kepresidenan, Jakarta.
Jaksa Agung Akan Copot Pejabat yang Terkait Rekaman Artalyta25 June, 2008 - 13:27 WIB
Kejaksaan Agung akan mencopot sejumlah pejabat di lembaga itu yang berkaitan dengan rekaman perbincangan Artalyta Suryani alias Ayin. “Besok (26/6), akan ada keputusan keterlibatan pejabat itu. Beberapa pejabat akan diganti,” kata Jaksa Agung, Hendarman Supandji, dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi III DPR , di Jakarta, Rabu (25/6).
Dikatakan, sebenarnya putusan itu akan ditentukan Rabu (25/6), namun ditunda seiring adanya raker dengan Komisi III DPR. Hendarman menyebutkan soal tindakan tegas kepada pejabat kejakgung belum bisa dilakukan karena harus menggunakan fondasi yang kokoh melalui putusan dari pengadilan tipikor terhadap Ayin dan Jaksa Urip Tri Gunawan. “Kalau mengganti bisa, legitimasi keputusannya besok,” katanya.
Acara Dukun Penyembuh di Televisi25 June, 2008 - 5:22 WIB
Pada suatu hari, kakek and nenek sedang melihat acara “dukun sang penyembuh” di TV.
Sebelum acara itu berakhir, dukun itu meminta semua orang yang ingin sembuh untuk meletakkan tangan kanannya di layar TV, dan menaruh tangan kirinya di bagian dari tubuh mereka yang ingin di sembuhkan.
Nenek pun segera bangkit dari kursinya, dan berjalan menuju TV, lalu meletakkan tangan kanannya di layar TV, dan meletakkannya tangan kirinya di pinggang dia; yg di mana sakit-nya itu telah di deritanya selama 2 tahun.
Kakek pun tak mau ketinggalan, dia berjalan menuju TV, lalu meletakkan tangan kanannya di layar TV dan meletakkannya tangan kirinya di selangkangan-nya.
Nenek yang melihat si kakek sambil berkata: “Tampaknya kau tidak mengerti acara dukun ini, tujuannya adalah untuk menyembuhkan yang sedang sakit, bukan untuk membangkitkan yang sudah mati…”
Pengalaman Menjadi Reserse23 June, 2008 - 5:21 WIB
Eddy lulus AKABRI jurusan kepolisian dan akhirnya jadi reserse kriminil. Ayahnya, seorang pengusaha yang kenal Kapolri yang sekarang, menitipkan kepada jendral polisi itu agar dapat dibimbing di Jakarta. Eddy ditugaskan di bawah asuhan langsung Dan Reskrim Gories Mere yang termashur itu.
Beberapa bulan kemudian, waktu Eddy mengunjungi ayahnya, si ayah bertanya: “Apa yang sudah kamu dapatkan dari pengalamanmu di bawah Pak Gories, Nak?”.
“Ada, ayah. Saya punya pengalaman yang menarik dengan Pak Gories Mere.” Lalu Eddy bercerita kepada ayahnya: “Pada suatu malam, kami dapat telepon dari bagian sekuriti Hotel Grand Hyatt. Rupanya di sebuah kamar ditemukan perempuan dan seorang pria mati dalam keadaan tidur dan telanjang. Mereka rupanya orang Amerika.”
“Wah! Lalu apa yang Pak Gories lakukan, nak?” tanya si ayah kagum.
“Pak Gories dengan tenang memakai topi beliau mengambil tongkat komando, dan sebelum berangkat meneguk vodka tonik yang tersedia di sudut meja. Beliau tidak pernah tergesa-gesa, Ayah. Beliau selalu kalem dan lalu beliau menyuruh saya mengiringi masuk ke mobil. Mobil pun berangkat ke Grand Hyatt.
Kami menemui manajer hotel, dan kepada kami diberitahu nomor kamar di mana insan telanjang itu kedapatan mati. Manajer kelihatan gugup, waktu ia mengantarkan kami menuju ke kamar itu. Tetapi Pak Gories sangat tenang dan gagah. Semua dilakukan dengan tanpa ribut-ribut, supaya tidak heboh di kalangan tamu hotel …”
“Lalu?”, seru si ayah. “Yah, Pak Gories pun masuk ke kamar itu dengan tanpa mengeluarkan bunyi. Saya dan manajer hotel bersijingkat mengikuti beliau. Di dalam kamar itu, benar juga seperti yang dilaporkan: di tempat tidur terbaring tubuh seorang pria bule dan tergetelak di sebelah tubuh seorang perempuan bule, telanjang … tapi ada yang aneh dan mencurigakan …”
Eddy berhenti sebentar di sini, mengambil gelas untuk minum. Bapaknya menunggu tegang.
“Apa yang aneh dan mencurigakan?”.
Eddy meneruskan ceritanya. “Yang aneh dan mencurigakan ialah bahwa kemaluan laki-laki itu ternyata masih berdiri tegak”.
“Waduh! Apa yang terjadi?”, tanya si ayah.
“Mula-mula saya tidak tahu, pak. Tapi kemudian Pak Gories dengan tenang memukulkan keras-keras tongkat komandonya ke ujung kemaluan itu, dan …”
“Dan apa, Nak?”
“Terdengar teriak keras. Laki-laki bule itu berteriak. Ia bangkit. Juga tubuh perempuan itu tiba-tiba berdiri. Kemudian baru kami tahu bahwa rupanya kami memasuki kamar yang salah.”
Bilang Plung Dapat Goceng22 June, 2008 - 5:20 WIB
Si Rini adalah salah satu peserta les bahasa ingris di rumah Ibu Neli, Rini sering dibuat penasaran oleh suara di kamar gurunya, soalnya Rini sering mendengar suara Plung! bila lewat kamar Ibu Neli, rasa penasaran Rini membuat ia nekat ngumpet di kolong tempat tidur Ibu Neli ketika waktu pulang les, dan akhirnya suara Plung! itu terjawab setelah menyaksikan sendiri kejadiannya, yaitu Ibu Neli diam-diam suka masturbasi dengan memasukan kepala botol kecap yang sudah dibersihkan ke veginya, jadi kalau sudah puas bila botol itu dicabut suka bunyi Plung!
Rini : “Oh ini ya bu suara Plung! itu ?” kata Rini sambil melihat ke arah Ibu Neli.
Ibu Neli : “Ee… kamu ngapain disini?” bentak ibu neli dalam kekagetannya
Rini : “Nggak cuma penasaran aja Bu!”
Ibu Neli : “Sini kamu! Jangan bilang-bilang ya!, nih buat kamu sambil nyodorin uang Goceng”
Rini : “Ya bu! Terima kasih”
Sejak kejadian itu si Rini jadi punya obyekan, karena setiap ketemu Ibu Neli dia selalu bilang Plung!, dan Ibu Neli pasti ngasih Goceng, jadi bila ada kata Plung! pasti ada Goceng. Pada suatu hari temen si Rini melihatnya kalau Rini bilang Plung! ke Ibu Neli Pasti dikasih duit, ah… saya ikutan ah, kayak Rini biar dapet Goceng gumam Rina namanya. Kebetulan disuatu hari Rina ketemu Ibu Neli.
Rina : “Ibu Neli Plung! kata Rina”
Ibu Neli : “Apa itu Plung!?” agak kaget ada orang ikut-ikutan bilang Plung !
Rina : “Emh… apa ya?”
Ibu Neli : “Makanya kalau kagak tahu sejarahnya jangan ikut-ikutan !, ni buat kamu…” Plok! Rina di gampar.
Rina : “Sialan!”

